Thursday, January 3, 2008

Aku mencintaimu kerana AGAMA yang ada padamu

“Aku menyintaimu kerana AGAMA yang ada padamu, Jika kau hilangkan AGAMA dalam dirimu, hilanglah CINTAku padamu..” (Imam Nawawi)


Tidak salah menyintai wanita bergelar isteri, selagi mana cinta itu didasari oleh satu makna yang padu: AGAMA. Lantaran Nabi SAW sahaja sudah memperingatkan, agar jodoh itu direalisasikan, dengan menjadikan agama sebagai sandaran dan landasan. Maka demikian agama itu hilang daripada peribadi sang isteri, kecintaanmu padanya juga harus bertukar, agar cintamu tersemai seadanya sahaja.

“Cintailah manusia itu seadanya. mungkin suatu hari kamu akan membencinya .Bencilah manusia itu seadanya, mungkin suatu hari nti kamu akan mencintainya”
(Hadith riwayat at-Tirmidzi)

Demikian pula, tidak salah menyintai karier dan pekerjaanmu, asal saja ia bisa menuntunmu untuk kekal beribadah dan segar bugar keimanan, lantaran perjuangan itu memang memerlukan financial yang utuh dan kepakaran yang jitu, untuk memicu agama kembali kepada keagungannya. Demikian agama itu hilang daripada konteks pekerjaan , hingga saja menyebabkan ibadahmu terhalang, semangat dakwahmu padam, keistiqamahnmu terbelenggu, maka ucapkanlah “selamat tinggat” duhai pekerjaan, lantaran harta mahu pun keluarga tak akan pernah memadamkan dasar pembina mahligai cinta: AGAMA.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.(Surah al-Munafiqun [63];9)

Demikianlah, ketika agama mendasari setiap landasan urusanmu, setiap sendi pergerakanmu, setiap ruas kehidupanmu, setiap sudut ruang berpijakmu, setiap nafas yang menyegarkan tubuhmu, maka tidak ada lagi yang bisa memadamkan maraknya cintamu pada perjuangan ini. Tiada gunung maupun lautan berapi, yang bisa menjadi penghalang antara cinta kita berdua; aku dan dirimu ya Ilahi.
Maka sedarilah kembali keberadaanmu di muka bumi, bak ungkapan puitis seorang Muhammad Iqbal;-
“Aku ragu akan ada dan tiadaku. Namun, cinta mendeklarasikan bahawa aku ada”

No comments: